Selasa, 14 Agustus 2012

PEMBUANGAN UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA

Setiap makluk hidup termasuk benda yang diciptakan manusia untuk digerakkan seperti mesin-mesin: mobil, motor, kereta api mempunyai mekanisme untuk mempertahankan hidupnya atau agar masa pakainya bisa lebih lama. Mekanisme tersebut meliputi  masuk, proses kemudian dibuang. Mesin diisi dengan solar, atau bensin kemudian diproses kemudian hasil pembakarannya dibuang, demikian juga dengan mahluk hidup seperti manusia ada yang dimakan, diproses oleh tubuh kemudian sebagian dibuang karena dianggap tidak berguna lagi oleh tubuh. Bisa dibayangkan kalau mesin tidak ada pembuangan, terus berproses maka hanya mengunggu waktu untuk meledak, juga tubuh manusia makan minum terus dimasukkan tapi kita tidak mau membuangnya karena sayang, makan enak-enak kok harus dibuang, maka manusia akan sakit perut yang bisa membawa kepada kematian. Pembuangan yang dilakukan dengan teratur akan membuat kita sehat.

Demikianlah siklus kehidupan harus ada yang kita buang, namun dalam bahasa agama pembuangan yang saya maksud adalah mengeluarkan sebagian rezki yang kita peroleh dari ALLAH SWT untuk saudara-saudara kita yang kekurangan. Sedekah dan sejenisnya harus kita keluarkan agar kehidupan jasmani dan rohani kita menjadi bahagia. Dengan sedekah akan mempererat hubungan silaturrahim, mendatangkan redho ALLAH SWT dan akan merangsang timbulnya rezki dari sumber-sumber lain yang mungkin tidak kita sangka-sangka. Perhatikan sebatang pohon jika tidak pernah kita pangkas ia akan tumbuh menjulang tinggi, tidak rimbun, dahan, dan daunnya cenderung sedikit namun kalau kita pangkas akan merangsang timbulnya tunas-tunas baru.

Rabu, 25 Juli 2012

ALLAH MENJAMIN REZKI MAHLUKNYA

Setiap manusia membutuhkan rezki baik dalam wujud  seperti makanan, pakaian dan perumahan maupun tidak berwujud seperti ketenangan untuk mejalani hidupnya, tanpa rezki manusia akan sangat sulit menjalani kehidupan bahkan mungkin merasa kematian lebih baik dari pada hidup. Rezki mesti diusahakan, artinya tidak datang dengan sendirinya. Agar upaya mencari rezki ini berhasil tanpa kita harus mengemis misalnya, cara yang mudah dan singkat adalah dengan cara menjaga ibadah kita dalam hal ini sholat lima waktu.

saya telah memperhatikan sepintas kehidupan para pengemis, saya pernah mengamati para pengemis dibeberapa kota besar Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Palembang, dan Makasar, penulis tidak mendapatkan mereka melakukan sholat satu waktu pun. Berdasarkan pengalaman penulis melalui sholat lima waktu ini lah semua kebutuhan kita tercukupi, Allah SWT tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi IA memberikan apa yang kita butuhkan. Penulis yakin jika para pengemis melakukan sholat lima waktu dalam waktu tidak berapa lama ia akan berhenti menjadi pengemis, karena ALLAH SWT akan melimpahkan rezki dari semua pintu tapi ingat IA memberi sesuai kebutuhan kita. Lihatlah burung yang keluar sangkar terbang mencari makan dalam perut yang kosong namun ia kembali beberapa saat dalam keadaan perut yang sudah terisi padahal ia tidak dianugrahi tenaga yang kuat dan yang paling penting ia tidak dianugerahi otak untuk berfikir.

Para pembaca jika anda kesulitan rezki, jangan putus asa, sholatlah, kemudian dipadukan   dengan kesabaran maka Insya Allah akan ada jalan keluar untuk mengatasi persoalan anda.

Sabtu, 21 Juli 2012

FALSAFAH SAMPAH

Tanaman tidak selalu subur atau bagus ditempat yang terawat, atau diberi pupuk yang yang teratur seperti MPK, TSP dan lain-lain. Lihatlah tanaman  disekitar tempat pembuangan sampah, sebagian besar tumbuh dengan suburnya, yang sering terlihat adalah tanaman cabe atau sejenisnya daunya besar, buah nya bagus dan banyak. Tanaman itu bisa mengolah sampah yang tidak berguna menjadi sumber makanan yang membuat dirinya besar, subur, berbuah lebat serta memberikan manfaat bagi makluk lain terutama manusia.

Demikian juga kehidupan kita, kesulitan hidup, penderitaan, caci maki, fitnah yang kita dapatkan kita serap sarinya sebagaimana tanaman menyerap sari sampah ditambah dengan kesabaran dan keikhlasan maka sari penderitaan itu akan muncul dalam bentuk sifat-sifat baik yang akan melekat pada diri kita dan menjadi bekal  sangat berharga untuk meneruskan kehidupan