Setiap manusia membutuhkan rezki baik dalam wujud seperti makanan, pakaian dan perumahan maupun tidak berwujud seperti ketenangan untuk mejalani hidupnya, tanpa rezki manusia akan sangat sulit menjalani kehidupan bahkan mungkin merasa kematian lebih baik dari pada hidup. Rezki mesti diusahakan, artinya tidak datang dengan sendirinya. Agar upaya mencari rezki ini berhasil tanpa kita harus mengemis misalnya, cara yang mudah dan singkat adalah dengan cara menjaga ibadah kita dalam hal ini sholat lima waktu.
saya telah memperhatikan sepintas kehidupan para pengemis, saya pernah mengamati para pengemis dibeberapa kota besar Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Palembang, dan Makasar, penulis tidak mendapatkan mereka melakukan sholat satu waktu pun. Berdasarkan pengalaman penulis melalui sholat lima waktu ini lah semua kebutuhan kita tercukupi, Allah SWT tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi IA memberikan apa yang kita butuhkan. Penulis yakin jika para pengemis melakukan sholat lima waktu dalam waktu tidak berapa lama ia akan berhenti menjadi pengemis, karena ALLAH SWT akan melimpahkan rezki dari semua pintu tapi ingat IA memberi sesuai kebutuhan kita. Lihatlah burung yang keluar sangkar terbang mencari makan dalam perut yang kosong namun ia kembali beberapa saat dalam keadaan perut yang sudah terisi padahal ia tidak dianugrahi tenaga yang kuat dan yang paling penting ia tidak dianugerahi otak untuk berfikir.
Para pembaca jika anda kesulitan rezki, jangan putus asa, sholatlah, kemudian dipadukan dengan kesabaran maka Insya Allah akan ada jalan keluar untuk mengatasi persoalan anda.
Tanaman tidak selalu subur atau bagus ditempat yang terawat, atau diberi pupuk yang yang teratur seperti MPK, TSP dan lain-lain. Lihatlah tanaman disekitar tempat pembuangan sampah, sebagian besar tumbuh dengan suburnya, yang sering terlihat adalah tanaman cabe atau sejenisnya daunya besar, buah nya bagus dan banyak. Tanaman itu bisa mengolah sampah yang tidak berguna menjadi sumber makanan yang membuat dirinya besar, subur, berbuah lebat serta memberikan manfaat bagi makluk lain terutama manusia.
Demikian juga kehidupan kita, kesulitan hidup, penderitaan, caci maki, fitnah yang kita dapatkan kita serap sarinya sebagaimana tanaman menyerap sari sampah ditambah dengan kesabaran dan keikhlasan maka sari penderitaan itu akan muncul dalam bentuk sifat-sifat baik yang akan melekat pada diri kita dan menjadi bekal sangat berharga untuk meneruskan kehidupan